Kesal Pesanan Dibatalkan, Ojek Online Pukul Penumpang

Kembali sebuah kasus yang membawa nama ojek online muncul ke permukaan. Kali ini, bahkan sampai terjadi pemukulan, yang dilakukan oleh pengendara ojek online kepada penumpangnya, yang terekam di dalam sebuah video singkat berdurasi 37 detik.

Di dalam video, terekam wajah seseorang yang tengah menumpangi ojek online. Segerombolan orang pun melakukan pemukulan ke beberapa bagian tubuh atas penumpang tersebut, seperti leher hingga kepala. Terdapat suara dari sudut yang tak mampu dijangkau oleh lensa kamera, yang mengatakan jika penumpang tersebut telah melakukan pembatalan pesanan sebanyak 4 kali. Terlebih, pengendara ojek online yang hendak menjemputnya namun dibatalkan merasa dirugikan, hingga terdengar sebuah kalimat, “emang gampang cari duit, eh g****k!!??”

 Seperti yang kami sampaikan sebelumnya, penumpang yang tampil di dalam video tersebut tidak hanya dipukuli oleh satu orang, melainkan beberapa orang lainnya yang mengaku turut dibatalkan pesanannya. “B**ci lu!”, teriak salah satu pengendara ojek online lainnya kepada penumpang.

Kasus ini tentu menambah deretan kasus ojek online yang telah mencoreng layanan transportasi yang cukup laris di Ibu Kota tersebut. Adapun beberapa kasus lainnya telah kami rangkum di bawah ini.Pemblokiran Jalan Layang Non Tol (JLNT)
Pekan ini, 25/7/2017), JLNT Casablanca cukup menjadi sorotan publik. Pasalnya, segerombolan pengendara ojek online memblokade jalan tersebut.

 Permasalahan ini disebabkan oleh penilaian para pengendara ojol tersebut atas tindakan polisi yang hanya menjaga ujung JLNT, tanpa menjaganya dibagian area masuk. Penututpan jalan itu pun menyebabkan kemacetan yang cukup panjang, dari Taman Pemakaman Menteng Pulo hingga Mall Kota Kasablanka. Polisi pun diturunkan ke area tersebut untuk menjaga keamanan di aksi blokade yang terjadi.

  Pengendara Kabur Bersama Dokumen

Selain fasilitas tumpangan, ojek online juga menawarkan jasa pengiriman barang kepada para pelanggannya. Harga yang ditawarkan pun cukup bersahabat, terlebih dengan jaminan keamanan yang ditawarkan oleh penyelenggara layanan ojek online tersebut.

Sayangnya, beberapa pengendara ojek online tidak menjalankan tugasnya dengan sesuai. Salah satu contohnya adalah pengendara yang kabur dengan membawa dokumen pelanggannya, yang hendak dikirimkan ke suatu lokasi. Kejadian ini dialami oleh Hally Sungkar pada 22 Juni 2017.

 Dirinya menggunakan layanan GRAB Express atas suruhan suaminya, untuk mengirimkan sebuah dokumen dari Sawangan ke Depok.

 Rider bernama Fudin Saepudin pun menjadi pengendara yang sewajibnya mengirimkan dokumen tersebut. Malangnya, dokumen hingga sore hari belum sampai ke tangan penerima. Hally pun menindaklanjuti kasus ini ke Polda.
   Ojek Online Rampok Tas Penumpangnya

Seorang pengendara ojek online harus dibekuk oleh aparat kepolisian Tanggerang, lantaran melakukan tindak perampokan kepada penumpangnya. Perampokan itu pun terjadi di sebuah lokasi yang cukup sepi, dan korbannya adalah seorang wanita.

 Awal cerita, Andriawati (47) memesan ojek online untuk diantar ke rumahnya yang beralamatkan di Pinang, Tanggerang pada Rabu 10 Mei 2017 tepat tengah malam. Setelah melewati rumah korban beberapa meter, pelaku yang berinisial NA (23) malah berhenti di sebuah lokasi yang cukup sepi..

 Tidak lama setelah korban turun, pelaku pun menarik tas korban. Andriawati pun terseret hingga menyebabkan luka di sekitar area wajahnya.

Saran Kami

Itulah beberapa contoh kasus yang disebabkan oleh ojek online. Untuk menghindarinya, ada baiknya untuk memantau dan menyesuaikan plat nomor antara di aplikasi dengan yang terpampang di sepeda motor driver ojek online kamu.

Tidak semua pengendara ojek online berkelakuan buruk, masih banyak yang ramah dan bahkan bisa dijadikan teman kamu. Terlebih, sebagai penumpang yang baik, kamu juga harus tetap menjaga ramah tamah serta menunjukan sikap yang dewasa.

0 Response to "Kesal Pesanan Dibatalkan, Ojek Online Pukul Penumpang"

Posting Komentar